Imunoterapi pada Pengobatan Kanker

Author : Vito Filbert Jayalie

Kanker sebagai “momok” dunia sepertinya akan tinggal nama saja. Perkembangan terbaru dunia kedokteran menunjukkan imunoterapi memiliki potensi menyembuhkan kanker.

Berkembangnya teknologi dan ilmu kedokteran menyebabkan angka harapan hidup manusia bertambah. Namun, pertambahan angka harapan hidup tersebut tidak hanya menimbulkan dampak positif seperti melihat perkembangan anak dan cucunya, tetapi juga dampak negatif seperti timbulnya penyakit degeneratif. Salah satu contoh penyakit degeneratif yang sering ditemui adalah kanker.

Sudah berpuluh-puluh tahun lamanya kanker menjadi “momok” bagi manusia. Hal ini dikarenakan tingkat kesukaran yang tinggi dalam menyembuhkan penyakit kronis tersebut. Meskipun begitu, ilmu pengetahuan yang terus berkembang akhirnya memunculkan potensi terapi baru. Salah satu perkembangan terkini yaitu imunoterapi yang menggunakan sistem imun untuk memerangi kanker.

Sejarah imunoterapi

Penggunaan imunoterapi sebenarnya bukan merupakan hal yang baru dalam dunia medis. Pada akhir abad ke 19, William Coley, seorang ahli bedah dari New York, sudah memulai imunoterapi pada kanker dengan menginfeksikan bakteri Coley toxins pada pasiennya. Namun, karena perkembangan dari pengobatan kanker lainnya yang lebih maju, teknik dengan cara menginfeksikan bakteri ini tidak terdengar lagi.

Penggunaan imunoterapi lainnya dapat dilihat pada tahun 1992 dan 1998 ketika interleukin-2 digunakan sebagai obat kanker ginjal dan melanoma. Selain itu, pada tahun 2003, ditemukan antibodi yang dapat berikatan dengan CTLA-4 (protein di permukaan sel limfosit T yang berfungsi untuk mencegah sel tersebut menyerang sel tubuh lainnya) sehingga membantu proses pemulihan pada pasien kanker yang mengalami penyebaran ke bagian tubuh lainnya.

Ilmu mengenai imunoterapi pada kanker terus berkembang. Hingga saat ini, sudah terdapat berbagai jenis imunoterapi dengan mekanisme kerja yang berbeda-beda.

Mekanisme kerja dari imunoterapi

Pertahanan tubuh manusia merupakan sekumpulan sistem yang bekerja dengan proses yang sangat kompleks. Organ, sel dan substansi tertentu memiliki peran masing-masing dalam merespon benda asing di dalam tubuh. Ketika sistem pertahanan tersebut mendeteksi adanya benda asing dalam tubuh manusia, akan timbul respons imun yang sangat hebat untuk menghancurkan benda asing tersebut.

Dengan respons tubuh yang sangat hebat tersebut, seharusnya tidak ada benda asing yang dapat melewati perthanan tubuh. Akan tetapi, kenyataan menunjukkan bahwa sel kanker yang katanya “benda asing” tidak mampu dikenali oleh tubuh manusia. Hal ini disebabkan struktur sel kanker hanya memiliki sedikit perbedaan dengan sistem imun tubuh manusia sehingga sukar untuk dikenali dan dilawan. Akibatnya, sel kanker dapat berkembang dengan baik dalam tubuh manusia.

Untuk mengatasi hal tersebut, imunoterapi memiliki peranan penting memimpin pasukan sistem pertahanan tubuh menyerang sel kanker. Peran dari terapi yang melibatkan sistem imun ini dengan meningkatkan jumlah sistem pertahanan tubuh atau melatih sistem pertahanan tubuh untuk menyerang bagian dari sel kanker tertentu secara spesifik.

Apabila dilihat lebih dalam, terdapat tiga jenis imunoterapi yang dapat digunakan untuk mengobati kanker, yakni antibodi monoklonal, vaksin kanker, dan imunoterapi non-spesifik. Antibodi monoklonal bekerja dengan menyerang bagian tertentu dari sel kanker secara spesifik, vaksin kanker bekerja dengan memicu sistem imun untuk menyerang sel kanker, sedangkan imunoterapi non-spesifik bekerja dengan meningkatkan sistem imun secara umum untuk menyerang sel kanker. Kerja dari berbagai jenis imunoterapi tersebut berbeda-beda tergantung dari jenis kanker yang diserang.

Perkembangan terbaru imunoterapi pada kanker

Penelitian tentang imunoterapi merupakan salah satu isu yang berkembang hingga saat ini karena potensinya yang menjanjikan. Penelitian terbaru tentang antibodi monoklonal berhasil menciptakan antibodi yang dapat berikatan dengan sel kanker dan sel imun (antibodi bispesifik) sehingga respons obat tersebut dapat menjadi lebih baik lagi. Penelitian tentang vaksin pada kanker menghasilkan vaksin sel dendritik yang memicu respons imun terhadap sel kanker setiap individu. Vaksin tersebut bekerja dengan menginfeksikan setiap sel imun yang dikeluarkan dari tubuh manusia terhadap sel kanker. Setelah itu, sel imun tersebut akan berubah menjadi sel dendritik yang siap menginfeksi sel kanker ketika dimasukkan ke tubuh individu tersebut.

Isu terbaru lain pada pengobatan kanker adalah penggunaan limfosit T yang diambil dari darah pasien dan diubah secara genetik supaya memiliki reseptor spesifik terhadap antigen kanker (chimeric antigen receptors/CAR). Sel limfosit tersebut lalu dimasukkan kembali ke tubuh pasien untuk menyerang sel kanker. Pasien yang diberikan pengobatan ini dapat mengalami penurunan jumlah sel kanker secara signifikan, bahkan sel kanker dapat menjadi tidak terdeteksi dalam tubuh penderita. Namun, pengobatan ini memiliki efek samping seperti demam tinggi dan penurunan tekanan darah dalam waktu beberapa hari setelah pemberian obat.

Potensi imunoterapi pada kanker

Imunoterapi pada kanker memiliki potensi yang menjanjikan karena perannya yang dapat menghambat dan mengeliminasi sel kanker. Terapi ini dapat menyerang sel kanker secara spesifik sehingga meningkatkan efek anti-kanker dan lama hidup dari pasien. Selain itu, beberapa obat imunoterapi juga memiliki efek samping yang minimal jika dibandingkan dengan terapi kanker lainnya.

Di samping berbagai kelebihan imunoterapi, masih terdapat berbagai efek samping yang perlu diwaspadai seperti penggunaan antibodi monoklonal yang hanya dapat bertahan untuk sementara waktu dan efek imunoterapi lain yang dapat membahayakan jiwa seperti penurunan tekanan darah dan demam tinggi. Selain itu, biaya yang besar juga menjadi perhatian dalam pengembangan imunoterapi.

Oleh sebab itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai potensi imunoterapi dalam pengobatan kanker. (vfj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *