[Science Corner July 2016] Literature Review: Bagaimana Memulai Pembuatannya?

Oleh Intan Anugraheni

Beberapa waktu yang lalu terdapat ulasan mengenai pentingnya systematic review dalam dunia kedokteran. Apa beda systematic review ini dengan literature review? Definisi literature review dan systematic review kadang cukup membingungkan untuk dibedakan. Hal ini dikarenakan keduanya memberikan suatu ringkasan terhadap literatur atau penelitian terkait topik tertentu. Systematic review bertujuan untuk menjawab suatu pertanyaan klinis yang fokus dengan metode yang telah ditentukan, sementara literature review lebih memberikan ringkasan atau overview dari suatu topik secara kualitatif dengan metode yang tidak baku.1

Saat ini, banyak kompetisi ilmiah di Indonesia untuk mahasiswa kedokteran dan Rumpun Ilmu Kesehatan yang mempunyai cabang literature review. Literature review pada kompetisi ilmiah di Indonesia diharapkan memberikan wawasan baru dan memberikan usulan inovatif yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam penelitian. Bagaimana cara membuat literature review? Berikut adalah beberapa langkah yang dapat digunakan dalam pembuatan literature review.

Pertama, temukan ide dan topik

Literature review dapat dibuat oleh satu atau lebih penulis. Ide literature review dapat muncul dari diskusi dengan anggota tim, kolega, atau mengikuti suatu seminar. Ide dapat juga muncul dari hasil membaca literature yang di dalamnya memberikan saran untuk membahas/meneliti beberapa poin yang belum terjawab dan tidak terbahas dalam literature tersebut.2

Dalam memilih topik, setidaknya topik tersebut menarik untuk anda. Selain itu, perlu diperhatikan juga bahwa topik yang anda pilih merupakan aspek penting dari suatu bahasan sehingga pembaca juga akan tertarik dan sumber untuk sintesis literature review juga banyak tersedia. Masalah yang diangkat juga harus terdefinisi dengan baik.2

Kedua, mencari literatur

Setelah mendapatkan topik, hal selanjutnya yang dilakukan adalah mencari sumber yang relevan. Beberapa database yang dapat digunakan dalam pencarian literatur adalah EBSCO, PubMed, ProQuest, dan Science Direct. Mesin pencarian seperti Google Scholar juga dapat digunakan.

Pada saat mencari literatur, anda dapat membuat catatan untuk membantu mengingat materi yang kita butuhkan dan sumber materi tersebut. Anda juga dapat membuat asosiasi dari satu sumber ke sumber yang lain. Apabila anda bukan tipe orang yang suka membuat catatan, anda dapat mulai menulis bersamaan dengan membaca literatur sumber. Hal ini memberikan keuntungan karena saat selesai membaca, anda sudah mendapatkan draft literature review anda. Meskipun demikian, draft ini tetntu saja masih memerlukan penulisan ulang, perubahan struktur, dan pemikiran kembali agar literature review anda mempunyai argumen yang koheren.2

Ketiga, temukan alur yang logis

Literature review mempunyai komponen yang terdiri dari pendahuluan, metode, diskusi, kesimpulan, dan referensi.1 Pada bagian utama dari literature review, yaitu bagian diskusi, alur yang baik dan logis diperlukan agar pembaca mempunyai gambaran dan mengerti apa yang anda tulis. Anda juga dapat menambahkan gambar atau diagram yang relevan untuk membantu menuliskan alur yang logis.2

Keempat, mintalah feedback

Setelah anda menyelesaikan penulisan literature review, bacalah literature review anda untuk membenarkan kesalahan ejaan dan kalimat yang tidak efektif. Kemudian, anda dapat meminta feedback kepada teman, senior, ataupun pembimbing jika ada.2

 

Referensi:

  1. Literature review vs systematic review [Internet]. San Jose State University; 2013 [updated 2016 Aug 12; cited 2016 Aug 31]. Available from: http://libguides.sjsu.edu/c.php?g=230370&p=1528399.
  2. Pautasso M. Ten simple rules for writing a literature review. PLoS Computational Biology. 2013;9(7):1-4.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *