Hans Zinsser merupakan seorang dokter Amerika yang berperan penting di dalam perkembangan bakteriologi di dunia khususnya demam thypus. Thypus merupakan penyakit yang disebabkan oleh Rickettsia yang ditularkan melalui serangga seperti kutu. Penyakit ini harus dibedakan dengan penyakit demam tiphoid yang disebabkan oleh Salmonella thypi yang memiliki gejala yang mirip dengan demam thypus. Pada tahun 1903, Hans mendapatkan gelar dokter dari Colombia University di Amerika dan bekerja sebagai dokter. Setelah beberapa tahun menjalani kehidupan menjadi seorang dokter, Hans merasa lebih tertarik kepada dunia laboratorium dan mendaftarkan diri untuk ikut di dalam fakultas di Colombia University. Ketertarikan Hans kepada penelitian menjadikannya peneliti ternama di Amerika khususnya di bidang bakteriologi yang masih relatif baru pada saat itu. Pada tahun 1915, Hans dipilih oleh palang merah untuk pergi ke Serbia dalam rangka menolong epidemi dari demam Thypus di sana. Pada saat itu, Hans memiliki banyak kesempatan untuk melakukan penelitian di dalam pengobatan Thypus. Hans juga pernah mengabdi pada perang dunia pertama dimana beliau ditempatkan sebagai letnan kolonel di Prancis. Tugas Hans pada saat itu adalah menjadi inspektur sanitasi tentara. Hans sukses dalam mengawasi sanitasi dan mengontrol terjadinya penyakit epidemik sehingga dianugerahkan US Army Distinguished Service Medal dari pemerintah Amerika. Setelah itu, Hans terus melakukan penelitiannya di dalam bidang bakteriologi khususnya demam Thypus sehingga akhirnya dapat membentuk vaksin Thypus. Hans juga menulis banyak artikel ilmiah mengenai penularan dari demam Thypus yang masih belum banyak diketahui pada saat itu. Penelitian yang dilakukan oleh Hans memberikan dampak yang besar kepada masyarakat yang masih sangat rentan terhadap infeksi pada saat itu karena antibiotik yang sangat terbatas. Hans juga menemukan kejadian relaps pada demam Thypus epidemik yang disebut dengan Brill-Zinsser disease yang dinamakan sesuai dengan namanya. Hans pernah menjabat sebagai professor di Stanford University pada tahun 1910 dan akhirnya bekerja di Harvard University pada tahun 1920. Hans menulis banyak buku mengenai bakteriologi, salah satunya yang paling dikenal adalah “Rats, Lice and History” pada tahun 1935. Pada akhir hidupnya, Hans terdiagnosis oleh penyakit leukemia yang masih belum dapat diobati pada saat itu. Hans menulis autobiografi terhadap hidupnya yang diberi judul “As I Remembered Him”. Peran Hans Zinsser di dalam dunia kedokteran khususnya pada bidang bakteriologi modern sangat besar. Hal tersebut dapat dicapai oleh Hans dengan melakukan penelitian secara tekun. Pengalaman dan pecapaian yang didapatkan oleh Hans Zinsser dapat menjadi contoh bagi kita untuk meneliti sehingga dapat memberikan dampak bagi orang banyak.

Hanns Zinsser


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *