Uji Efek Kelasi Ekstrak Air Daun Mangifera foetida L. Dosis 0,375 dan 1,125 mg Pada Serum Penderita Talasemia Secara Ex Vivo

Oleh Dessy Framita S, Maela Rustiana Dewi, Riska Wahyuningtyas – 2009

Prevalensi talasemia di Indonesia cukup tinggi, yaitu 3-5% hingga 10% untuk talasemia β, dan 2,6-11% untuk talasemia α. Transfusi darah secara teratur diperlukan terutama pada talasemia mayor, namun hal tersebut justru memicu timbulnya kelebihan besi di dalam tubuh. Oleh karena itu, Deferoxamine digunakan sebagai agen kelator untuk mengikat dan mengekskresikan besi dari dalam tubuh. Namun, harga deferoxamine yang cukup mahal dan efek sampingnya yang mengganggu pasien menyebabkan rendahnya kepatuhan pasien dan tingginya kemungkinan gagalnya terapi. Dibutuhkan terapi alternatif yang lebih terjangkau, aman, dan dapat meningkatkan kepatuhan pasien. Mangiferin yang diekstrak dari batang Mangifera indica L. terbukti memiliki efek kelasi besi. Namun, jika tanaman ini digunakan terus-menerus ekosistemnya dapat mengganggu. Pada penelitian ini digunakan mangga bacang (Mangifera foetida L.) yang masih jarang dibudidayakan karena rasa buahnya yang masam dan banyak mengandung serat, namun mengandung mangiferin dengan kadar yang tinggi dibandingkan dengan kultivar lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan bahan alami sebagai terapi alternatif kelasi besi pada penderita talasemia. Penelitian ini merupakan studi eksperimental menggunakan 7 serum (masing-masing feritin setara dengan 200 μM besi) penderita talasemia dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada tahun 2009-2010. Kelompok perlakuan dalam percobaan ini adalah serum (kontrol negatif), mangiferin 100 μg, deferoxamine 200 μg, dan ekstrak air daun Mangifera foetida L. 0,375 dan 1,175 mg. Percobaan dilakukan dalam medium standard dan sitrat. Reaksi serum dan perlakuan diukur menggunakan spektrofotometer,λ=190 nm-400 nm dan dianalisis dengan One-Way Anova,p=0,05. Ekstrak air daun Mangifera foetida L. dosis 0,375 dan 1,125 mg menunjukkan efek kelasi besi jika dibandingkan dengan kontrol negatif (p=0,001), dengan puncak panjang gelombang pada 280 nm. Ekstrak air daun Mangifera foetida L. dosis 1,125 mg memiliki efek kelasi yang lebih tinggi (p=0,193) dibandingkan dengan dosis 0,375 mg (p=0,07).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *