Selman Waksman

Selman_WaksmanSelman Waksman lahir pada 22 Juli, 1888. Dia berimigrasi ke Amerika Serikat pada tahun 1910, tak lama setelah menerima diploma matrikulasi dari Kelima Gymnasium di Odessa, Ukraina, dan menjadi warga negara Amerika naturalisasi enam tahun kemudian. Waksman menghadiri Rutgers College (sekarang Universitas Rutgers), di mana ia lulus pada tahun 1915 dengan gelar Bachelor of Science (B.Sc.) di Pertanian. Dia melanjutkan studinya di Rutgers, menerima gelar Master of Science (M.Sc.) pada tahun berikutnya. Selama studi pascasarjana, ia bekerja di bawah J. G. Lipman di New Jersey Stasiun Percobaan Pertanian di Rutgers melakukan penelitian di bakteriologi tanah. Waksman kemudian diangkat sebagai Research Fellow di University of California, Berkeley, dari mana ia dianugerahi gelar Doktor of Philosophy (Ph.D.) di Biokimia pada tahun 1918. Kemudian ia bergabung dengan fakultas di Universitas Rutgers di Departemen Biokimia dan Mikrobiologi.1

Selman Waksman bekerja di laboratoriumt. Tim Waksman ini menemukan aktinomisin, clavacin, streptothricin, streptomisin, grisein, neomycin, fradicin, candicidin, candidin, dan lain-lain. Dua diantaranya yaitu, streptomisin dan neomycin, telah digunakan untuk aplikasi luas dalam pengobatan penyakit menular, dengan streptomisin menjadi antibiotik pertama yang menyembuhkan TBC. Pada tanggal 7 Juni, 1954, dedikasi resmi dari Institut baru berlangsung, dua tahun setelah Dr Waksman menerima Hadiah Nobel untuk penemuan streptomisin.

Dibuka pada tahun 1954 sebagai Institut Mikrobiologi, lembaga ini berganti nama untuk Waksman pada tahun 1974, satu tahun setelah kematiannya. laboratorium asli Waksman di ruang bawah tanah Martin Hall telah diubah menjadi negara-of-the-art ruang konferensi / mini-museum pengembangan antibiotik. American Chemical Society ditunjuk ruang di Rutgers University-New Brunswick ini G.H. Masak Kampus sebagai Landmark Kimia Bersejarah Nasional pengakuan dari pengembangan antibiotik actinomycete.

Pengaruh Waksman ini masih terasa, meskipun misi lembaga ini telah diperluas.2

Sumber:

  1. Waksman institute of microbiology. History. 2013. [cited on 10 April 2017]. Available from: https://www.waksman.rutgers.edu/about/history
  2. Verbannas P. Selman Waksman: Rutges alumnus, researcher and nobel prize winner developed system to discover antibiotics. 2016. Cited on 10 April 2017. Available from: http://news.rutgers.edu/feature/selman-waksman-rutgers-alumnus-researcher-and-nobel-prize-winner-developed-system-discover/20160417#.WOrRvKL-vIU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *