PERAN METFORMIN SEBAGAI INHIBITOR JARAS INSULIN-LIKE GROWTH FACTOR-1 RECEPTOR (IGF-1R), EPIDERMAL GROWTH FACTOR RECEPTOR (EGFR), DAN MAMMALIAN TARGET OF RAPAMYCIN (mTOR) PADA PENGOBATAN KEMOTERAPI KANKER PARU

Author : Vito Filbert Jayalie, Andy William, Shelly

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Kanker paru merupakan salah satu kanker dengan prevalensi yang cukup tinggi di dunia (1,89 juta kasus pada tahun 2012). Selain itu, kanker paru merupakan jenis kanker dengan angka mortalitas tertinggi dibandingkan dengan jenis kanker yang lain. Ini dikarenakan kanker paru sering baru terdiagnosis pada stadium lanjut, sehingga survival rate, kualitas hidup, dan produktivitas pasien menurun. Patogenesis kanker paru melibatkan berbagai jaras persinyalan kanker. Satu-satunya metode pengobatan yang dapat digunakan pada berbagai stadium adalah kemoterapi. Akan tetapi, kemoterapi standar yang digunakan hanya menghambat jaras persinyalan kanker tertentu, sehingga efikasinya terbatas. Oleh karena itu, perlu untuk mencari obat lain yang dapat menghambat berbagai jaras persinyalan kanker sekaligus. Salah satu obat yang berpotensi adalah metformin, yang umumnya digunakan sebagai obat diabetes melitus tipe II. Penggunaan metformin telah banyak diujicobakan pada berbagai jenis kanker dan terbukti efektif pada uji klinisnya. Namun, hingga saat ini masih sedikit penelitian yang membahas mengenai hubungan antara metformin dan potensinya pada kanker paru. Oleh karena itu, karya tulis ini dibuat dengan maksud untuk mencari informasi mengenai potensi metformin sebagai terapi kombinasi bersama dengan kemoterapi pada pengobatan kanker paru. Pembuatan karya tulis ini menggunakan desain literature review untuk mengumpulkan informasi yang relevan dan terpercaya. Data yang dikumpulkan kemudian akan dianalisis dengan metode analisis deskriptif argumentatif untuk menarik suatu kesimpulan. Metformin ternyata dapat menghambat berbagai jaras persinyalan, seperti Insulin-like Growth Factor Receptor (IGF-1R), Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR), dan mammalian Target of Rapamycin (mTOR) yang berperan dalam pertumbuhan dan proliferasi sel kanker. Penghambatan jaras-jaras tersebut dapat dilakukan melalui jalur AMP-activated Protein Kinase (AMPK) maupun melalui jalur lain seperti K-Ras dan NF-κβ. Beberapa studi klinis menunjukkan bahwa metformin dapat menurunkan angka mortalitas pada berbagai jenis kanker, termasuk kanker paru. Selain itu, metformin juga memiliki efek yang sinergis dengan kemoterapi standar. Penggunaan metformin dengan kemoterapi standar dapat meningkatkan survival rate, serta mengurangi dosis kemoterapi standar yang diperlukan. Efek samping metformin yang umum terjadi adalah masalah gastrointestinal seperti muntah dan diare. Akan tetapi, efek samping yang parah seperti asidosis laktat jarang ditemukan. Hal ini menunjukkan bahwa metformin memiliki potensi untuk digunakan sebagai terapi kombinasi dengan kemoterapi standar pada pengobatan kanker paru. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut khususnya mengenai jaras persinyalan lain yang melibatkan metformin dan studi klinis untuk mengetahui potensi lebih lanjut dari senyawa ini.

 

Kata kunci: metformin, kanker paru, jaras, kemoterapi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *