Potensi Maltosa Termetilasi Sebagai Inhibitor Kompetitif Substrat Enzim GlgE Dalam Upaya Preventif dan Kuratif TB-MDR

 oleh Hasna Afifah (hasna_fkui@yahoo.com), M.Faisal Adam (moch_fai_dam@yahoo.com), Rahdi Dewin Marzaini (dizeaze_hidritive@yahoo.com) – 2012

Dewasa ini, meski telah berkembang vaksinasi, deteksi dini, dan antibiotik terhadap tuberkulosis (TB), namun tetap saja kenyataannya tuberkulosis masih menjadi masalah di Indonesia. Tahun 2007, hasil survei menunjukkan bahwa TB sebagai penyebab kematian terbesar untuk penyakit infeksi di Indonesia.  Keadaan pandemik TB yang memburuk tersebut diikuti oleh perkembangan strain Mycobacterium tuberculosis (Mtb) yang telah resistan obat anti-tuberkulosis (OAT) standar. Pencarian strategi baru dalam menangani kasus TB-MDR (TB-multiple drug resistance) sangat perlu dilakukan untuk mengontrol pandemik TB.

GlgE, adalah maltosiltransferase yang mengubah maltosa-1-fosfat (M1P) menjadi suatu senyawa α-glucan, khsusunya α-1,4 glucan. α-1,4-glucan ini nanti akan saling berikatan dan akan membentuk senyawa glycogen-like α-glucan yang merupakan sumber cadangan energi bagi Mtb baik dalam keadaan TB aktif dan laten. GlgE hanya diekspresikan pada Mtb dan tidak diekspresikan pada manusia serta flora normal tubuh, sehingga penargetan GlgE kurang menimbulkan efek samping berarti pada manusia. Mekanisme kematian Mtb oleh penghambatan GlgE mengakibatkan akumulasi M1P yang bersifat toksik sehingga merusak DNA Mtb. Hal ini menyebabkan rusaknya gen-gen yang mengatur aktivasi jalur TB aktif dan laten.

Telaah ini menggunakan metode desain literature review yang menilai berbagai studi untuk mencari potensi inhibisi GlgE oleh modifikasi analog substratnya, yaitu maltosa yang termetilasi. Senyawa ini berfungsi sebagai inhibitor kompetitif yang dapat mencegah substrat asli dari enzim GlgE (M1P) berikatan dengan enzim tersebut sehingga menyebabkan toksisitas M1P pada Mtb. Selain itu senyawa ini juga dapat membuat  enzim GlgE menghasilkan senyawa α-glucan yang tidak bisa saling berikatan membentuk glycogen-like α-glucan sehingga Mtb tidak dapat memiliki cadangan energi untuk kehidupannya. Maltosa yang termetilasi ini dapat diperoleh dengan cara sintesis kimia mengikuti prinsip sintesis metilasi pada umumnya, yaitu proteksi gugus non-target yang bisa juga termetilasi, pemberian gugus metil pada gugus target , dan deproteksi gugus non target.

Berdasarkan keterangan di atas, penulis berharap bahwa penelitian mengenai obat ini pada pengobatan kasus TB, khususnya kasus TB-MDR bahkan TB-XDR (TB-Extremely Drug Resistance) dapat terus dilakukan dan juga bisa diwujudkan, mengingat potensinya yang besar dalam pemberantasan kuman MTb dengan cara yang lebih spesifik dan mudah didapatkan.

Kata kunci: GlgE, Maltosa termetilasi, Toksisitas maltosa-1-fosfat (M1P), Tuberkulosis

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *